Thursday, March 6, 2014

my Baby born

Hi mom setelah sekian lama engga menulis blog, saya akan berbagi sesuatu dan menjadikan blog ini sebagai tempat untuk berbagi tentang hal yang berhubungan dengan baby & pregnancy. Karena selagi hamil banyak hal indah yang terjadi dan setelah bayi lahir lebih banyak hal indah terjadi.

Baiklah dimulai dari hamil anak pertama di usia 23 tahun mungkin tidak mudah, mental yang masih labil dengan keingingan ingin mencoba hal baru. Akan tetapi, sangat bersyukur didampingi selalu oleh suami tercinta yang rela dikerjain beli ini itu pas hamil sampai rela dijambak dan dicakar pas melahirkan.
I love you a lot Pa.

Proses melahirkan saya dinilai tidak semulus seperti cerita dari teman-teman senam hamil. Saya mulai senam hamil saat usia kandungan masuk 8 bulan, dari sana berkenalan dengan teman-teman hamil yang perutnya sudah membulat semua. Mulai dari senam hamil, jalan pagi, jalan di mall, apapun kegiatan berjalan dan olahraga yang katanya dapat mempercepat dan melancarkan proses melahirkan saya lakoni. Sampai akhirnya usia kehamilan memasuki 41w 10 hari, dan was was gelisah setiap tidur malam, menunggu mulas datang. Apa hari ini? Apa besok ya? Atau mungkin 5 menit lagi mulas kontraksi akan datang? Hingga akhirnya jadwal cek ke dokter untuk terakhir kalinya saya datangi, dan baru masuk dokter langsung bertanya, 'sudah mules belum?' Saya dan suami berpandangan, belum dok. Akhirnya dokter memutuskan untuk malam ini diinduksi. Tapi saya pun berdalih, supaya besok siang saja diinduksi biar lebih fresh dan kali-kali mules yang ditunggu bakal datang malam ini.

Keesokan paginya, mulas pun tak kunjung datang. Akhirnya, dengan besar hati mengikuti kata suami supaya di induksi. Demi kebaikan ibu dan bayi, karena jika terlalu lama dikandungan fungsi plasenta menjadi tidak semestinya, usia plasenta yang sudah terlalu tua menjadi tidak optimal dalam memberikan asupan makanan ke bayi. Dengan satu syarat, sebelum menginap di RS saya ingin jalan-jalan dulu untuk terakhir kalinya di taman dengan perut memblendung, sambil berharap kontraksi datang.

*Jalan-jalan sebelum ke RS
Setelah jalan-jalan di Taman Suropati Menteng, saya dan suami langsung menuju RSIA Tambak, disana ruang observasi sudah dibooking dan saya dipersilahkan langsung bersiap-siap untuk induksi. Induksi walaupun hanya infus awalnya tidak berasa mulasnya dan lama kelamaan kontraksi yang ditunggu pun datang. Sakitnya minta ampun, sambil atur nafas inget-inget pelajaran di senam hamil. Sedihnya saya orang yang ga kuat dengan sakit dan udah jejeritan, saya pun minta di caesar saja. Namun, karena RS tsb sangat pro-Normal saya diminta oleh para suster untuk bertahan dan sabar karena pembukaan sudah masuk 4. Karena dorongan moril ada suami dan mama tercinta saya menurut.
**Try to enjoy kontrasi, sambil di induksi lompat-lompat di bola supaya tulang belakang ga terlalu sakit
Kontraksi semakin kuat dan saya merasa tidak kuat lagi badan lemas minta ampun, akhirnya lendir penyumbat pun lepas dan air ketuban pecah, ketika di periksa dalam oleh suster katanya sudah pembukaan 7. Namun, rasa yang teramat sakit membuat saya minta kekeuh di caesar saja. Akhirnya suami tak tega, dan pergi mengurus administrasi untuk keperluan caesar. Ketika saya hanya ditemani mama, saya hanya berkata lirih, 'Ma, sakit banget'. Tetapi mama tetap memberikan saya semangat, bahwa saya pasti bisa melalui semua ini, ini semua takdir yang pasti dilalui untuk menjadi seorang Ibu. Seketika saya menjadi kuat, dan entah kenapa rasanya saat kontraksi saya pun ingin sekali ngeden seperti Pup. Sambil berteriak ke suster saya seperti mau Pup, saya pun di pindahkan ke ruang Tindakan dengan kursi roda karena sudah tidak sanggup berjalan.
Dokter pun datang, dan ternyata pembukaan saya sudah lengkap. Akhirnya setelah menjalani proses panjang disiksa 1.5 hari, proses ngeden cuma 10 menit, bayi cantik pun lahir bernama Ariendra Diajeng Kurnia. Resmi sudah akhirnya menjadi seorang wanita sempurna. Mama sayang kamu Ariendra.
my baby Ariendra Diajeng Kurnia



Dit~

No comments: